07282014Headline:

Fungsi Departemen Program di Stasiun Radio dan Televisi

FUNGSI BAGIAN PROGRAM DI STASIUN RADIO DAN TELEVISI

Stasiun radio dan televisi setiap harinya untuk mengisi slot waktu yang ada, menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Pada dasarnya program apapun bisa menjadi pengisi slot waktu untuk disiarkan, selama program itu menarik dan berpotensi disukai audien. Program itu juga tidak boleh bertentangan dengan kesusilaan, hukum, dan peraturan yang berlaku dimana media penyiaran itu beroperasi. Pengelola stasiun penyiaran khususnya departemen program dituntut memiliki daya kreasi yang seluas-luasnya untuk menghasilkan berbagai program yang menarik dan berkualitas.

Departemen program bertugas merencanakan, memilih dan menyusun acara. Membuat rencana siaran berarti membuat konsep acara yang akan disuguhkan kepada penonton. Adapun fungsi utama departemen program menurut Pringue-Starr-McCavitt áldalah sebagai berikut;

1. Memproduksi dan membeli atau akuisisi program yang dapat menarik penonton tertentu.
2. Menyusun jadwal penayangan program atau skeduling program untuk menarik penonton yang diinginkan.
3. Memproduksi layanan Publik dan promosi serta produksi iklan lokal.
4. Produksi dan akuisisi program-program lainnya untuk memuaskan ketertarikan Publik.
5. Menciptakan keuntungan bagi pemilik media penyiaran.

 Sedangkan menurut pengalaman penulis selama bertugas dibagian program, adapun fungsi utama yang dilakukan oleh departemen program adalah;
1. Membeli atau akuisisi program baik dari dalam maupun luar negeri.
2. Menyusun pola acara reguler ataupun khusus (jadwal penayangan)
3. Merencanakan dan menyusun promosi program untuk diproduksi (production house ataupun bagian produksi).
4. Mengoperasionalkan siaran pada stasiun penyiaran selama on air.

Adapun berbagai jenis program dapat dikelompokan berdasarkan jenisnya yaitu;

1. Program Informasi (news)

  • Hard news
  • Soft news
  • Investigasi report

2. Program Hiburan (entertainment)

  • Musik
  • Permainan
  • Pertunjukan (show)

3. Program Pendidikan (education)

  • Pembelajaran akademik (kurikulum)
  • Penelitian (reseacrh)
  • Penemuan ilmu pengetahuan (science)
  • Kuis pendidikan (Quis science)

Sedangkan perkembangannya saat ini dengan munculnya kreativitas yang beragam dari pekerja televisi, maka berdasarkan format acara televisi dapat berkolaborasi satu dengan lainnya, yaitu sebagai berikut;
  1. Berita/sport (Aktual & Faktual)

  • Berita
  • Sport
  • Feature
  • Infotainment (news & show)

2. Non Fiksi (Imajinatif & Faktual)

  • Musik
  • Kuis
  • Game show
  • Variety show
  • Talkshow
  • Dokumenter
  • Reality show (show & drama)
  • Operet (musik & drama)

3. Fiksi (Imajinatif & Khayalan)

  • Drama
  • Film
  • Sinetron (horor, komedi, action, romantisme)

Menentukan jenis program berarti menentukan atau memilih daya tarik (appeal) dari suatu program. Adapun yang dimaksud dengan daya tarik adalah bagaimana suatu program mampu menarik audiennya.
Contoh: Program Berita/News/Sport.

Program news adalah segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan (informasi), dan informasi itulah yang dijual kepada khalayak. Dengan demikian, program berita juga termasuk berita keras/aktualitas (hardnews), berita ringan (softnews/ feature/magazine tv), dan kegiatan olah raga yang menjadi sorotan masyarakat.
Berita keras yaitu segala informasi penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang segera untuk diketahui oleh khalayak. Peran televisi sebagai sumber utama hardnews bagi masyarakat cenderung untuk terus meningkat. Media penyiaran memiliki ciri khas cepat (menguasai ruang) adalah paling cepat dalam menyiarkan berita kepada masyarakat serta ransangannya juga dikenal paling dashyat.
Stasiun televisi menyiarkan berita keras secara reguler yang ditayangkan dalam suatu program berita. Stasiun televisi yang besar biasanya menyajikan berita pada pagi, siang, sore (menjelang malam) dan tengah malam. Sedangkan stasiun televisi yang memiliki ciri khas berbeda dapat menyajikan berita setiap jam ataupun setiap 30 menit dengan durasi yang lebih pendek yaitu dibawah 5 menit.
Dalam berita-berita konflik, televisi sangat bermanfaat dan dapat dipercaya sebagai sumber informasi karena memiliki bukti-bukti berupa gambar-gambar yang nyata. Oleh sebab itu investasi yang besar untuk program berita dengan durasi yang banyak akan dilakukan stasiun televisi karena memiliki kepentingan publik dan dapat mendatangkan keuntungan, bila dikaitkan dengan unsur bisnis. Nilai bisnis akan muncul ketika permintaan tinggi dari publik, artinya kepercayaan terhadap media tersebut telah melekat.
Sedangkan Infotainment artinya informasi dan entertainment yang sebenarnya merupakan magazine show. Kalau dilihat dari ciri berita keras, maka beberapa item infotainment dapat dimasukkan pada program berita keras reguler. Dengan durasi per item tentunya singkat. Akan tetapi apabila akan dibahas lengkap dan detail maka dengan magazine show (infotainment) lebih tepat karena tidak terbatas waktu. Dimana stasiun televisi di Indonesia sebagaian besar menayangkan infotainment menonjolkan hiburan yang bersifat feature atau investigasi report. Sehingga sumbernya yang berasal dari berita keras reguler, biasanya telah muncul terlebih dahulu.
Berita lunak adalah segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam, namun tidak bersifat harus segera ditayangkan. Setiap audien ingin tahu apa yang terjadi dimasyarakat, sehingga programer dapat mengeksplorasikan rasa ingin tahu audien dengan menampilkan bentuk berita lunak ini, dengan perbincangan ataupun laporan khusus tentang tren atau gaya hidup (life style).


Adapun proses mencari berita dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu;

1. Berdasarkan Momentum.
Berita-berita yang berdasarkan momentum ini biasanya akan menjadi berita aktual dan faktual (keras). Artinya adalah setiap peristiwa ataupun kejadian yang luar biasa terjadi setiap saat di dunia ini. Contohnya; peristiwa kebakaran, kecelakaan, wabah penyakit, kebakaran, kriminalitas, banjir besar, dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan Agenda Events.
Peristiwa yang telah diagendakan (kalender), terjadwal ataupun direncanakan. Berita-berita pada peristiwa ini juga masih menjadi langganan berita keras. Contohnya; Peristiwa penting dalam kalender, Kongres, Rapat Kerja DPR dengan Pemerintah yang telah diumumkan sebelumnya. Konfrensi Pers, dan lain sebagainya.

3. Berdasarkan Fenomena.
Berita-berita ini berdasarkan fenomena menarik yang terjadi diseputar kehidupan manusia. Kejadian seperti ini biasanya akan menjadi item berita lunak. Contohnya; Peristiwa menarik tentang makanan kuliner, gaya hidup masyarakat kota, dan lain-lain sebagainya.

4. Berdasarkan Follow Up. (Berita Lanjutan)
Peristiwa atau kejadian yang terjadi sebagai kelanjutan dari peristiwa yang sebelumnya. Baik yang luar biasa ataupun biasa, sehingga peristiwa ini dapat masuk dalam item berita keras maupun berita lunak, yang terpenting memiliki nilai berita. Hal ini untuk menambah khasanah liputan berita. Karena berita berdasarkan momentum, agenda, dan fenomena tidak akan cukup mengisi slot tayang setiap program berita. Sehingga selain peristiwa maka manusianya akan menjadi bahan liputan untuk menelaah lebih jauh tentang segala sesuatu yang layak untuk ditulis menjadi berita.

Program Nonfiksi

Program nonfiksi atau non drama adalah format acara televisi yang diproduksi dan dicipta melalui proses pengolahan imajinasi kreatif dari realitas kehidupan sehari-hari tanpa harus menginterpretasikan ulang dan tanpa harus menjadi dunia khayalan. Nondrama bukanlah sebuah runtutan cerita fiksi dari setiap pelakunya. Untuk itu, format-format program acara Nondrama, merupakan sebuah runtutan pertunjukan kreatif yang mengutamakan unsur hiburan yang dipenuhi dengan aksi, gaya, dan musik. 
Contoh; Talkshow, Konser Musik, Variety Show.
Sedangkan beberapa stasiun televisi juga dapat membagi format program selanjutnya dengan Format Hiburan (Entertainment). Program hiburan ini adalah segala bentuk siaran yang bertujuan menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, musik dan permainan.
Permainan atau gameshow merupakan suatu bentuk program yang melibatkan sejumlah orang baik indvidu ataupun kelompok (tim) yang saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Menjawab pertanyaan ataupun memenangkan suatu bentuk permainan. Program inipun dapat dirancang dengan melibatkan audien. Permainan merupakan salah satu produksi acara televisi yang mudah dibuat. Karena biaya yang lebih murah namun kemungkinan disukai audien sangat besar.
Dalam pembagian bentuk seperti ini maka bentuk program permainan dapat dibagi menjadi ketangkasan, quiz show, dan reality show. Ketangkasan adalah peserta dalam permainan ini harus menunjukkan kemampuan fisik atau ketangkasannya untuk melewati suatu halangan atau rintangan dalam melakukan suatu permainan yang membutuhkan perhitungan dan strategi. Quiz show adalah bentuk program permainan yang paling sederhana dimana sejumlah peserta saling bersaing untuk menjawab sejumlah pertanyaan.

Program Fiksi

Program Fiksi adalah sebuah format acara televisi yang diproduksi dan dicipta melalui proses imajinasi kreatif dari kisah-kisah drama atau fiksi yang direkayasa dan dikreasi ulang. Format yang digunakan merupakan interpretasi kisah kehidupan yang diwujudkan dalam suatu runtutan cerita dalam sejumlah adegan. Adegan-adegan tersebut akan menggabungkan antara realitas kenyataan hidup dengan fiksi atau imajinasi khayalan para kreatornya. Adapun contoh dari program fiksi adalah; sinetron dan film dengan jenis percintaan, aksi, tragedi, horor, dan lain sebagainya.
Drama berasal dari bahasa Yunani dran yang berarti bertindak atau berbuat (action). Program drama adalah pertunjukan (show) yang menyajikan cerita mengenai kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa orang (tokoh) yang diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi. Dengan demikian program drama biasanya menampilkan sejumlah pemain yang memerankan tokoh tertentu. Suatu drama akan mengikuti kehidupan atau petualangan para tokohnya. Program televisi yang termasuk dalam program drama adalah sinema elektronik (sinetron) dan film.
Sinetron dibeberapa negara dikenal dengan opera sabun (soap opera atau daytime serial) namun di Indonesia lebih populer dengan sebutan sinetron. Telenovela merupakan istilah yang digunakan televisi Indonesia untuk sinetron yang berasal dari Amerika Latin. Sinetron merupakan drama yang menyajikan cerita dari beberapa tokoh secara bersamaan. Masing-masing tokoh memiliki alur cerita mereka sendiri-sendiri tanpa harus dirangkum menjadi suatu kesimpulan. Akhir cerita sinetron cenderung selalu terbuka dan sering tanpa penyelesaian. Cerita cenderung dibuat berpanjang-panjang dengan menciptakan beberapa macam konflik antar karakter yang kadang kala tidak berhubungan, disusun dalam satu alur cerita. Hal ini bertujuan membuat episodenya semakin panjang, yang tentunya memantau konflik kearah mana yang disukai oleh audien. Apabila audien tidak merespon lagi maka sinetron tersebut harus ditutup atau sebaliknya bila telah selesai ceritanya tapi masih memiliki potensi menjadi favorit , maka episode selanjutnya akan dibuat kembali.
Diluar negeri opera sabun merupakan salah satu program tertua yang pernah disiarkan media penyiaran. Pada tahun 1920-an pertama kali disiarkan oleh stasiun radio di Amerika Serikat, sedangkan tahun 1940-an pertama kali disiarkan oleh stasiun televisi. Dikenal dengan opera sabun karena siaran opera sabun biasa pada siang hari yang disukai oleh kaum wanita. Iklan yang banyak ditayangkan pada program ini adalah produk barang sabun atau deterjen, sehingga program ini selanjutnya dikenal dengan opera sabun.

What Next?

Recent Articles

Leave a Reply

Submit Comment